Daily Archives: October 27, 2017

Mengenal Teori Dienes

A.      Biografi Dienes

clip_image001        Zoltán Pál Dienes (Zoltan Paul Dienes) lahir pada 1916 di Budapest, Hungaria dan pindah ke Inggris ketika dia berusia 16 tahun. Z.P. Dienes memulai pendidikannya di Darlington Hall School, Inggris dan lulus pada tahun 1934. Gelar Bachelor didapatkan dari University of London pada tahun 1937 sedangkan gelar Ph. D. didapatkan di universitas yang sama pada tahun 1939.  Dia mengembangkan bidang baru dalam Psikomatematik (psikologi pembelajaran matematika). Dienes terinspirasi oleh Jean Piaget dan Jerome Brunner sebagai sosok yang legendaris yang meninggalkan kesan mendalam dalam pendidikan matematika.

              Pada tahun 1978-1980 menjadi konsultan Matematik di Italia, Jerman, Hungaria, New  Guinea dan Amerika. Pada tahun 1964, Dienes mendirikan International Study Group for  Mathematics Learning (ISGML) yang digunakan untuk melakukan penelitian mengenai pendidikan Matematika, penerapan hasil penelitian dan mempromosikan hasil penelitian  dengan menyelenggarakan berbagai konferensi internasional. Pada tahun 1990-1997, Dienes menjadi salah satu staff pengajar (dosen) di University of Sussex dan menjadi Professor sejak tahun 2008 hingga sekarang di universitas yang sama.

              Zoltan P. Dienes adalah seorang matematikawan yang memusatkan perhatiannya pada cara-cara pengajaran terhadap siswa-siswa. Dasar teorinya bertumpu pada Piaget, dan pengembangannya diorientasikan pada siswa-siswa, sedemikian rupa sehingga sistem yang dikembangkannya itu menarik bagi siswa yang mempelajarinya.  Seperti halnya Piaget dan Bruner, Dienes dianggap sebagai salah satu tokoh konstruktivisme dan teori belajar yang diajukannya dimasukkan ke dalam rumpun teori belajar kognitif. Peran Dienes dalam dunia matematika sangat unik disebabkan oleh teorinya yang menyatakan bahwa matematika dapat diajarkan di kelas awal melalui permainan, cerita, tarian, atau lagu. Dienes adalah seorang  penggagas awal dari apa yang disebut pembelajaran dari prespektif sosiokultural dan demokrasi.

Mengenal Teori Gestalt

A.    Tokoh teori Gestalt

1.    Max Wertheimer (1880-1943)

Max Wertheimer adalah tokoh tertua dari tiga serangkai pendiri aliran psikologi Gestalt. Wertheimer dilahirkan di Praha pada tanggal 15 April 1880. Ia mendapat gelar Ph.D nya di bawah bimbingan Oswald Kulpe. Antara tahun 1910-1916, ia bekerja di Universitas Frankfurt di mana ia bertemu dengan rekan-rekan pendiri aliran Gestalt yaitu, Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka.  Bersama-sama dengan Wolfgang Koehler (1887-1967) dan Kurt Koffka (1887-1941) melakukan eksperimen yang akhirnya menelurkan ide Gestalt. Tahun 1910 ia mengajar di Univeristy of Frankfurt bersama-sama dengan Koehler dan Koffka yang saat itu sudah menjadi asisten di sana. Konsep pentingnya : Phi phenomenon, yaitu bergeraknya objek statis menjadi rangkaian gerakan yang dinamis setelah dimunculkan alam waktu singkat dan dengan demikian memungkinkan manusia melakukan interpretasi. Weirthmeir menunjuk pada proses interpretasi dari sensasi obyektif yang kita terima.

Proses ini terjadi di otak dan  sama sekali bukan proses fisik tetapi proses mental sehingga diambil kesimpulan ia menentang pendapat Wundt. Wertheimer dianggap sebagai pendiri teori Gestalt setelah dia melakukan eksperimen dengan menggunakan alat yang bernama stroboskop, yaitu alat yang berbentuk kotak dan diberi suatu alat untuk dapat melihat ke dalam kotak itu. Di dalam kotak terdapat dua buah garis yang satu melintang dan yang satu tegak. Kedua gambar tersebut diperlihatkan secara bergantian, dimulai dari garis yang melintang kemudian garis yang tegak, dan diperlihatkan secara terus menerus. Kesan yang muncul adalah garis tersebut bergerak dari tegak ke melintang. Gerakan ini merupakan gerakan yang semu karena sesungguhnya garis tersebut tidak bergerak melainkan dimunculkan secara bergantian. Pada tahun 1923, Wertheimer mengemukakan hukum-hukum Gestalt dalam bukunya yang berjudul “Investigation of Gestalt Theory”. Hukum-hukum itu antara lain :

a.    Hukum Kedekatan (Law of Proximity)

b.    Hukum Ketertutupan ( Law of Closure)

c.    Hukum Kesamaan (Law of Equivalence)

2.      Kurt Koffka (1886-1941)

Koffka lahir di Berlin tanggal 18 Maret 1886. Kariernya dalam psikologi dimulai sejak dia diberi gelar doktor oleh Universitas Berlin pada tahun 1908. Pada tahun 1910, ia bertemu dengan Wertheimer dan Kohler, bersama kedua orang ini Koffka mendirikan aliran psikologi Gestalt di Berlin. Sumbangan Koffka kepada psikologi adalah penyajian yang sistematis dan pengamalan dari prinsip-prinsip Gestalt dalam rangkaian gejala psikologi, mulai persepsi, belajar, mengingat, sampai kepada psikologi belajar dan psikologi sosial. Teori Koffka tentang belajar didasarkan pada anggapan bahwa belajar dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip psikologi Gestalt. 

Teori Koffka tentang belajar antara lain:

a.       Jejak ingatan (memory traces), adalah  suatu pengalaman yang membekas di otak. Jejak-jejak ingatan ini diorganisasikan secara sistematis mengikuti prinsip-prinsip Gestalt dan akan muncul kembali kalau kita mempersepsikan sesuatu yang serupa dengan jejak-jejak ingatan tadi.

b.      Perjalanan waktu berpengaruh terhadap jejak ingatan. Perjalanan waktu itu tidak dapat melemahkan, melainkan menyebabkan terjadinya perubahan jejak, karena jejak tersebut cenderung diperhalus dan disempurnakan untuk mendapat Gestalt yang lebih baik dalam ingatan.

c.       Latihan yang terus menerus akan memperkuat jejak ingatan.

Mengenal Teori Bruner

A.  Riwayat Hidup Jerome S. Bruner

clip_image002        Jerome S. Bruner lahir di New York tahun l915. Pada usia dua tahun ia menderita penyakit katarak dan harus dioperasi. Ayahnya meninggal ketika ia berusia 12 tahun yang menyebabkan ia harus pindah ke rumah keluarganya dan kerap kali putus sekolah dan pindah-pindah sekolah. Meskipun demikian prestasinya cukup baik ketika masuk Duke University Durham, New York City.  

Ia memperoleh gelar B.A pada tahun 1937 dan memperoleh Ph.D dari Harvard University tahun 1941. Bruner juga seorang profesor psikologi di Harvard University 1952-1972 dan di Oxford University 1972-1980. la menghabiskan waktunya di New York University School of Law dan New School For Social Research di New York City. Lebih 45 tahun Bruner menekuni psikologi kognitif sebagai suatu alternatif teori behavioristik dalam psikologi sejak pertengahan abad 20.  Pendekatan kognitif Bruner menjadikan reformasi pendidikan di Amerika Serikat dan juga di Inggris. Selain sebagai psikolog, ia juga termasuk Dewan Penasehat Presiden bidang sains pada masa Pesiden Jhon F. Kennedy dan Jhonson serta banyak menerima penghargaan dan kehormatan termasuk International Baldan Prize, medali emas CIBA untuk riset dari Asosiasi Psikologi Amerika. Bruner juga seorang penulis produktif. Beberapa karya tulisnya antara lain:

1.    Acts of Meaning (Harvard University Press, l99l)

2.    The Culture of Education (Harvard University press, 1996)

3.    The Process of Education (Harvard University press. 1960)

4.    Toward a Theory of Instruction (Harvard Univenity press, 1966)

5.    Beyond the Information Given; Studies in the Psychology of Knowing

(Norton, 1973)

6.    Child’s Talk: Learning to Use Language (Norton, 1983)

7.    Actual Minds, Possible Worlds (Harvard, University press, 1986)

Beliau bertugas sebagai profesor psikologi di Harvard University di Amerika Serikat dan dilantik sebagi pengarah di Pusat Pengajaran Kognitif dari tahun 1961 sehingga 1972, dan memainkan peranan penting dalam Struktur Projek Madison di Amerika Serikat. Setelah itu, beliau menjadi seorang profesor Psikologi di Oxford University di Inggris.   

Mengenal Teori Jean Piaget

      A.    Biografi J. Piaget

clip_image001Jean Piaget lahir tanggal 09 Agustus 1896 di Neuchatel, Swiss dan meninggal di tahun 1980. Piaget mengidolakan ayahnya yang seorang akademisi akan tetapi takut pada ibunya yang sedikit menderita gangguan emosi. Kondisi ibunya yang demikian menjadi salah satu faktor pendukung yang memengaruhi Piaget di kemudian hari untuk mempelajari psikologi. Akan tetapi, bidang keilmuan yang awalnya dipelajari oleh Piaget adalah biologi. Ketertarikan Piaget pada biologi diawali ketika berumur 11 tahun. Piaget memublikasikan satu artikel tentang burung gereja dan pada umur 15-18 tahun memublikasikan sejumlah artikel tentang kerang.

Di tahun 1918, Piaget menerbitkan novel intelektual, Recherché. Teks yang berpengaruh ini menunjukkan program penelitian Piaget. Dalam tulisan itu, ia menyatakan bahwa sains bersifat faktual dan agama bersifat sarat nilai. Piaget memperoleh jabatan pertamanya di Neuchatel pada 1925, lalu pindah untuk menetap di Universitas Geneva dari tahun 1929 sampai seterusnya. Ia ditunjuk menjadi Direktur International Bureau of Education pada tahun yang sama dan kemudian menjadi Direktur International Center for Genetic Epistemology pada 1955. Ia meraih gelar kehormatan pertama dari Universitas Harvard pada 1963 diikuti lebih dari empat puluh gelar kehormatan termasuk Erasmus Prize pada 1972. Piaget tetap berkarya setelah pensiun tahun 1971 dengan menulis buku tentang epistemologi konstruktivis.

Mengenal Teori Belajar Bandura

  1.  Latar Belakang Tokoh

clip_image002[4]          Albert Bandura lahir pada tanggal 4 Desember 1925, di kota kecil Mundare bagian selatan Alberta, Kanada. Ia sekolah di sekolah dasar dan sekolah menengah yang sederhana, namun dengan hasil rata-rata yang sangat memuaskan. Setelah selesai SMA, Ia bekerja pada perusahaan penggalian jalan raya Alaska Highway di Yukon. Kemudian Bandura menerima gelar sarjana muda di bidang psikologi dari University of British of Columbia tahun 1949. Kemudian ia masuk University of Iowa, tempat di mana ia meraih gelar Ph.D tahun 1952. Baru setelah itu Bandura menjadi sangat berpengaruh dalam tradisi behavioris dan teori pembelajaran. Di Iowa, ia bertemu dengan Virginia Varns, seorang instruktur sekolah perawat. Mereka kemudian menikah dan dikaruniai dua orang puteri. Setelah lulus, ia meneruskan pendidikannya ke tingkat post-doktoral di Wichita Guidance Center di Wichita, Kansas.

Tahun 1953, ia mulai mengajar di Standford University. Di sini, ia kemudian bekerja sama dengan salah seorang anak didiknya, Richard Walters. Buku pertama hasil kerja sama mereka berjudul Adolescent Aggression terbit tahun 1959. Sayangnya, Walters mati muda karena kecelakaan sepeda motor. Pada tahun 1973, Bandura menjadi presiden APA dan menerima APA Award atas jasa-jasanya dalam Distinguished Scientific Contributions tahun 1980. Ia meneliti beberapa kasus, salah satunya ialah kenakalan remaja. Menurutnya, lingkungan memang membentuk perilaku dan perilaku membentuk lingkungan. Oleh Bandura, konsep ini disebut determinisme resiprokal yaitu proses yang mana dunia dan perilaku seseorang saling memengaruhi. Lanjutnya, ia melihat bahwa kepribadian merupakan hasil dari interaksi tiga hal yakni lingkungan, perilaku, dan proses psikologi seseorang. Proses psikologis ini berisi kemampuan untuk menyelaraskan berbagai citra (images) dalam pikiran dan bahasa.

Dalam teorinya, Bandura menekankan dua hal penting yang sangat mempengaruhi perilaku manusia yaitu pembelajaran observasional (modeling) yang lebih dikenal dengan teori pembelajaran sosial dan regulasi diri. Beberapa tahapan yang terjadi dalam proses modeling.