Kemampuan Komunikasi Matematika

A.    Pengertian Komunikasi Matematika

Kata komunikasi berasal dari kata communication yang dalam Kamus  Inggris-Indonesia  berarti hubungan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa komunikasi merupakan pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Hadirnya komunikasi menyebabkan terjadinya relasi antar manusia dengan perantara “bahasa” sehingga menciptakan pemahaman antar keduanya.

Pada kajian konten matematika juga terdapat komunikasi, yaitu komunikasi matematika.

Communication refer to the ability to use mathematical language to express mathematical ideas and argument precisely, concisely, and logically (Kaur & Lam, 2012: 2).

 

Pengertian tersebut dijabarkan oleh Fathoni (2005) dalam Rofiah (2010) yang menyatakan bahwa  komunikasi yang terjadi dalam metematika diantaranya adalah sebagai berikut.

a.     Dunia nyata, antara lain ukuran dan bentuk lahan dalam dunia pertanian  (geometri), banyaknya barang dan nilai uang logam dalam dunia bisnis dan  perdagangan (bilangan), ketinggian pohon dan bukit (trigonometri).

b.  Struktur abstrak dari suatu sistem, antara lain struktur sistem bilangan (grup, ring), struktur penalaran (logika matematika), struktur berbagai gejala dalam kehidupan manusia (pemodelan matematika).

c.  Matematika sendiri yang merupakan bentuk komunikasi matematika yang digunakan untuk pengembangan diri matematika.

Dengan demikian, komunikasi matematika adalah kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh pembelajar (siswa) pada saat belajar matematika, yaitu untuk membangun hubungan bahasa abstrak matematika menjadi bahasa simbol matematika dengan tujuan memudahkan pembelajar itu sendiri dalam belajar matematika.

Aspek komunikasi matematika ada lima yaitu representasi, mendengarkan, membaca, diskusi dan menulis (Barood, 1993). Dalam representasi, mengolah bentuk baru sebagai hasil translasi dari suatu masalah atau ide. Translasi suatu diagram atau model fisik ke dalam simbol atau kata-kata. Misalnya, representasi bentuk perkalian ke dalam bentuk simbol atau kata-kata. Dalam mendengarkan, Baroody (1993) mengatakan mendengar secara hati-hati terhadap pertanyaan teman dalam suatu grup dapat membantu siswa mengkonstruksi lebih lengkap pengetahuan matematika dan mengatur strategi jawaban yang lebih efektif. Pentingnya mendengar secara kritis juga dapat mendorong siswa berpikir tentang jawaban pertanyaan sambil mendengar. Dalam membaca, reading atau membaca adalah aktivitas membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun. Guru perlu menyuruh siswa membaca secara aktif untuk menjawab pertanyaan yang telah disusun. Dalam diskusi, diskusi merupakan sarana untuk mengungkapkan dan merefleksikan pikiran siswa. Baroody (1993) mengemukakan suatu ide adalah cara yang baik bagi siswa untuk mengungkapkan ketidakkonsistenan atau suatu keberhasilan kemurnian berpikir. Dalam menulis, menulis adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan sadar untuk mengungkapkan dan merefleksikan pikiran. Rose dalam Baroody (1993) menyatakan bahwa menulis dipandang sebagai proses berpikir keras yang dituangkan di atas kertas.

Standar kemampuan komunikasi matematika antara lain:

1.    mengorganisasi dan mengkonsolidasi pemikiran matematika mereka melalui komunikasi;

2.    mengkomunikasikan pemikiran matematika mereka secara koheren dan jelas kepada pasangan guru dan yang lainnya;

3.    menganalisis dan mengevaluasi pemikiran matematika dan strategi orang lain;

4.    menggunakan bahasa matematika untuk mengekspresikan ide matematika secara tepat.

Kemampuan komunikasi matematika siswa dapat dilihat dari kemampuannya mendiskusikan masalah dan membuat ekspresi matematika secara tertulis baik gambar, grafik, tabel, model matematika maupun simbol atau bahasa sendiri.  Kemampuan komunikasi matematik siswa tersebut dapat diketahui setelah pemberian skor terhadap kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal komunikasi matematika. Pada soal, guru dapat membangun kemampuan komunikasi matematika melalui penggunaan kata “apa yang terjadi jika” atau “bagaimana” (Kaur & Lam, 2012: 143).

Adapun indikator-indikator untuk mengungkap kemampuan komunikasi  matematika siswa menurut Ujang Wihatma (2004) dalam Rofiah (2010).

a.      Kemampuan memberikan alasan rasional terhadap suatu pernyataan.

Siswa yang berfikir rasional akan menggunakan prinsip-prinsip dalam

menjawab pertanyaan, bagaimana (how) dan mengapa (why). Dalam berfikir rasional, siswa dituntut supaya menggunakan logika (akal sehat) untuk menganalisis, menarik kesimpulan dari suatu pernyataan, bahkan

 menciptakan hukum-hukum (kaidah teoritis) dan dugaan-dugaan.

b.      Kemampuan mengubah bentuk uraian ke dalam model matematika.

Model matematika merupakan abstraksi suatu masalah nyata berdasarkan asumsi tertentu ke dalam simbol-simbol matematika (www.labmath- indonesia.or.id). Kemampuan mengubah bentuk uraian ke dalam model matematika tersebut misalnya mampu untuk menyatakan suatu soal uraian ke dalam gambar-gambar, menggunakan rumus matematika dengan tepat dalam menyelesaikan masalah, dan memberikan permisalan atau asumsi dari suatu masalah ke dalam simbol-simbol.

c.       Kemampuan mengilustrasikan ide-ide matematika dalam bentuk uraian yang  relevan.

Kemampuan mengilustrasikan ide-ide  matematika dalam bentuk uraian yang relevan ini berupa kemampuan  menyampaikan ide-ide atau gagasan dan pikiran untuk menyampaikan  masalah dalam kata-kata, menterjemahkan maksud dari suatu soal  matematika, dan mampu menjelaskan maksud dari gambar secara lisan maupun tertulis.

Referensi:

Baroody, A. J. 1993. Problem Solving,Reasoning, and Communicating, K-8.New York: Macmillan Publishing Company.

 

Kaur, Berinderjeet & Toh Tin Lam. 2012. Reasoning, Communication, and Connection in Mathematics. Singapore: World Scientific.

 

Rofiah, Asiatul. 2010. Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematika pada Siswa Kelas VII SMP N 2 Depok Yogyakarta dalam Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Inkuiri. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: