Welcome to sudianto.net

Welcome to sudianto.net

You can learn all about computer and technology, mobile development, learning mathematics with different ways, find information about something, chord, education & more. More »

 

Kumpulan Soal dan Jawaban Olimpiade Matematika SMP Tingkat Provinsi

OSN (Olimpiade Sains Nasional) untuk bidang studi Matematika dan Sains diselenggarakan tiap tahunnya. OSN biasanya dilakukan mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional. Bahkan sekarang ini sudah banyak pihak seperti sekolah atau universitas yang melibatkan diri untuk menyelenggarakan Olimpiade Matematika dari tingkat lokal hingga Nasional. Untuk mengenal lebih jauh tentang soal-soal dan materi Olimpiade matematika tingkat provinsi (OSP)

Silahkan mengunduh link berikut ini. Selamat belajar, semoga bermanfaat.

1.         Soal OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2017

 Jawaban OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2017

2.         Soal OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2016

 Jawaban OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2016

3.         Soal OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2015

 Jawaban OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2015

4.         Soal OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2014

 Jawaban OSP Matematika SMS Tingkat Provinsi Tahun 2014

5.         Soal OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2013

 Jawaban OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2013

6.         Soal OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2012

 Jawaban OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2012

7.         Soal OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2011

 Jawaban OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2011

8.         Soal OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2010

 Jawaban OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2010

9.         Soal OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2009

 Jawaban OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2009

10.     Soal OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2008

 Jawaban OSP Matematika SMP Tingkat Provinsi Tahun 2008

Kumpulan Soal dan Jawaban Olimpiade Matematika SMP Tingkat Kota/Kabupaten

OSN (Olimpiade Sains Nasional) untuk bidang studi Matematika dan Sains diselenggarakan tiap tahunnya. OSN biasanya dilakukan mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional. Bahkan sekarang ini sudah banyak pihak seperti sekolah atau universitas yang melibatkan diri untuk menyelenggarakan Olimpiade Matematika dari tingkat lokal hingga Nasional. Untuk mengenal lebih jauh tentang soal-soal dan materi Olimpiade matematika tingkat kota (OSK)

Silahkan mengunduh link berikut ini. Selamat belajar, semoga bermanfaat.

1.         Soal OSK Matematika SMP Kota/ Kabupaten Tahun 2017

 Jawaban OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2017

2.         Soal OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2016

 Jawaban OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2016

3.         Soal OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2015

 Jawaban OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2015

4.         Soal OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2014

 Jawaban OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2014

5.         Soal OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2013

 Jawaban OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2013

6.         Soal OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2012

 Jawaban OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2012

7.         Soal OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2011

 Jawaban OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2011

8.         Soal OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2010

 Jawaban OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2010

9.         Soal OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2009

 Jawaban OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2009

10.     Soal OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2008

 Jawaban OSK Matematika SMP Kota/Kabupaten Tahun 2008

Cara Membuat Jaring-jaring Kubus Menggunakan Cabri 3D

Berikut cara membuat jaring-jaring kubus menggunakan program Cabri 3D

1.        Buka program Cabri atau buat halaman baru, dengan cara klik File => New atau Ctrl + N

clip_image001

2.        Gambar sebuah kubus dengan cara klik tool cube, kemudian geser pointer untuk menentukan ukuran kubus yang akan dibuat :

 

clip_image003

clip_image004

3.        Selanjutnya apabila ingin melihat rusuk-rusuk kubus, klik kanan pada gambar pilih surface style, lihat seperti pada gambar berikut :

clip_image006

Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)

    A.    Definisi HOTS (High Order Thinking)

Stein dan Lane (dalam Thompson, 2008) mendefinisikan higher order thinking yaitu memberikan pemikiran yang kompleks, tidak ada algoritma untuk menyelesaikan suatu tugas, ada yang tidak dapat diprediksi, menggunakan pendekatan yang berbeda dengan tugas yang telah ada dan berbeda dengan contoh-contoh yang telah diberikan.

Resnick (dalam Arends, 2008) mendefinisikan higher order thinking sebagai berikut:

a.         Higher-order thinking is nonalgorithmic; that is, the path of action is not fully specified in advance.

b.         Higher-order thinking tends to be complex.

c.         Higher-order thinking often yields multiple solutions, each with costs and benefits, rather than unique solutions.

d.         Higher-order thinking involves nuanced judgment and interpretation.

e.         Higher-order thinking is effortful. There is considerable mental work involved in thekinds of elaborations and judgments required.

Definisi yang diungkapkan oleh Resnick berpikir tingkat tinggi yaitu non-algoritmik yang arah penentuan jawaban tidak spesifik. Soal yang melibatkan proses berfikir tingkat tinggi cenderung kompleks dan merupakan soal yang memiliki banyak solusi maka dapat dikatakan bahwa jenis soal HOT salah satunya merupakan soal open-ended, melibatkan pendapat serta interpretasi dalam memecahkan masalah, dan melibatkan mental dalam bekerja seperti elaborasi dari berbagai macam hal serta memerlukan pertimbangan dan usaha yang tinggi.

Berpikir matematis dibagi menjadi dua level berdasarkan pendalaman materi serta kekomplekannya yaitu berpikir tingkat rendah dan berpikir tingkat tinggi. Hal ini diperjelas oleh Webb & Coxford (dalam Nishitani 2010;11) mengklasifikasi beberapa kegiatan dalam pembelajaran matematika seperti mengerjakan aritmatika sederhana, menggunakan aturan matematika secara langsung dan mengerjakan tugas algoritma merupakan golongan berpikir tingkat rendah. Sedangkan pemahaman yang berarti, memunculkan dugaan, membuat analogi dan generalisasi, logika yang beralasan, pemecahan masalah, mempresentasikan hasil matematika, dan dapat membuat hubungan antara dugaan, analogi serta logika termasuk kedalam berpikir tingkat tinggi.

Soal matematika dalam HOT juga salah satunya merupakan soal non-routine (soal yang tidak diketahui secara langsung penyelesaiannya). Seperti yang diungkapkan oleh Nishitani (2010;11) menyelesaikan soal matematika yang berlevel tinggi, siswa harus memiliki motivasi yang tinggi, antusias dan keinginan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan karena masalah yang diberikan tidak dapat diketahui secara langsung penyelesaiannya serta melalui beberapa proses.

Kemampuan Komunikasi Matematika

A.    Pengertian Komunikasi Matematika

Kata komunikasi berasal dari kata communication yang dalam Kamus  Inggris-Indonesia  berarti hubungan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa komunikasi merupakan pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Hadirnya komunikasi menyebabkan terjadinya relasi antar manusia dengan perantara “bahasa” sehingga menciptakan pemahaman antar keduanya.

Pada kajian konten matematika juga terdapat komunikasi, yaitu komunikasi matematika.

Communication refer to the ability to use mathematical language to express mathematical ideas and argument precisely, concisely, and logically (Kaur & Lam, 2012: 2).

 

Pengertian tersebut dijabarkan oleh Fathoni (2005) dalam Rofiah (2010) yang menyatakan bahwa  komunikasi yang terjadi dalam metematika diantaranya adalah sebagai berikut.

a.     Dunia nyata, antara lain ukuran dan bentuk lahan dalam dunia pertanian  (geometri), banyaknya barang dan nilai uang logam dalam dunia bisnis dan  perdagangan (bilangan), ketinggian pohon dan bukit (trigonometri).

b.  Struktur abstrak dari suatu sistem, antara lain struktur sistem bilangan (grup, ring), struktur penalaran (logika matematika), struktur berbagai gejala dalam kehidupan manusia (pemodelan matematika).

c.  Matematika sendiri yang merupakan bentuk komunikasi matematika yang digunakan untuk pengembangan diri matematika.

Dengan demikian, komunikasi matematika adalah kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh pembelajar (siswa) pada saat belajar matematika, yaitu untuk membangun hubungan bahasa abstrak matematika menjadi bahasa simbol matematika dengan tujuan memudahkan pembelajar itu sendiri dalam belajar matematika.

Aspek komunikasi matematika ada lima yaitu representasi, mendengarkan, membaca, diskusi dan menulis (Barood, 1993). Dalam representasi, mengolah bentuk baru sebagai hasil translasi dari suatu masalah atau ide. Translasi suatu diagram atau model fisik ke dalam simbol atau kata-kata. Misalnya, representasi bentuk perkalian ke dalam bentuk simbol atau kata-kata. Dalam mendengarkan, Baroody (1993) mengatakan mendengar secara hati-hati terhadap pertanyaan teman dalam suatu grup dapat membantu siswa mengkonstruksi lebih lengkap pengetahuan matematika dan mengatur strategi jawaban yang lebih efektif. Pentingnya mendengar secara kritis juga dapat mendorong siswa berpikir tentang jawaban pertanyaan sambil mendengar. Dalam membaca, reading atau membaca adalah aktivitas membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun. Guru perlu menyuruh siswa membaca secara aktif untuk menjawab pertanyaan yang telah disusun. Dalam diskusi, diskusi merupakan sarana untuk mengungkapkan dan merefleksikan pikiran siswa. Baroody (1993) mengemukakan suatu ide adalah cara yang baik bagi siswa untuk mengungkapkan ketidakkonsistenan atau suatu keberhasilan kemurnian berpikir. Dalam menulis, menulis adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan sadar untuk mengungkapkan dan merefleksikan pikiran. Rose dalam Baroody (1993) menyatakan bahwa menulis dipandang sebagai proses berpikir keras yang dituangkan di atas kertas.